Showing posts with label hukum. Show all posts
Showing posts with label hukum. Show all posts
Wednesday, December 7, 2011
FOTO PRIA BAKAR DIRI DIDEPAN ISTANA NEGARA Identitas Pria Masih Misterius
|
FOTO PRIA BAKAR DIRI DIDEPAN ISTANA NEGARA Identitas Pria Masih Misterius. Sejumlah saksi memastikan aksi nekad bakar diri seorang pria yang belum diketahui identitasnya itu dilakukan dalam aksi demonstrasi Kepala Desa di depan Istana Negara. Lihat juga Cara Mengetahui Titik Rangsangan Wanita Menurut Zodiak dan Harga Terbaru Honda CRV Model Terbaru 2012.
Tapi disampaikan Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar, A. R. Yoyol, peristiwa bakar diri di depan Istana Negara itu tidak terkait aksi demontrasi Kepala Desa.
Menurut kesaksian petugas kepolisian yang saat itu tengah melakukan penjagaan, pria berusia 40 tahun itu datang ke lokasi kejadian sudah membasahi dirinya dengan bensin.
"Aksi demonstrasi berakhir pukul 16.00 WIB, sedangkan kejadian ini terjadi pukul 17.30 WIB, aksi tidak ricuh. Jadi tidak ada hubungannya dengan demonstrasi," kata Yoyol usai melihat kondisi korban di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Desember 2011.
Menurut Yoyol, yang menjadi saksi dalam peristiwa tersebut hanya petugas kepolisian yang berjaga di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
"Mereka melihat ada orang lari-lari dalam keadaan terbakar, lalu jatuh, disiram air, dipadamkan pakai dua botol air mineral dan dibawa kesini (RS Cipto Mangunkusumo)," tuturnya. vivanews.com
Aksi Nekad Bakar Diri Depan Istana Negara, Video Pria Bakar Diri Pakai Bensin Youtube Bunuh Diri Depan Istana Negara, Identitas Pria Misterius Bakar Diri
Sunday, September 25, 2011
Waspada, Belum Semua Jaringan Terorisme Indonesia Terungkap
|
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto mengaku belum semua jaringan teroris di Indonesia terungkap. Jaringan baru bermunculan dengan pola yang berbeda. BIN terus bekerja dengan memberikan informasi pada aparat terkait.
"Sejauh ini belum semua jaringan teroris dan pelakunya tertangkap semua. Ada beberapa yang masih di luar, harus kita waspada karena bisa saja dilakukan di tempat lain," ujat Sutanto kepada wartawan di kantor Menkopolhukan, Minggu (25/9/2011).
Sutanto masih belum dapat memastikan apakah pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah, satu jaringan dengan bom di Cirebon. Pola yang sama karena pelaku tunggal dan beraksi di tempat ibadah masih perlu didalami.
"Ya sekarang kan banyak yang meniru, dari internet juga bisa dikembangkan oleh mereka masing-masing," kata mantan kapolri itu.
Menurut Sutanto, diperlukan keterlibatan semua komponen masyarakat untuk menanamkan pemahaman ajaran agama yang benar. "Perlu pemahaman ajaran agama yang benar, diberikan pemahaman pada masyarakatnya," tandasnya.
Read more...
"Sejauh ini belum semua jaringan teroris dan pelakunya tertangkap semua. Ada beberapa yang masih di luar, harus kita waspada karena bisa saja dilakukan di tempat lain," ujat Sutanto kepada wartawan di kantor Menkopolhukan, Minggu (25/9/2011).
Sutanto masih belum dapat memastikan apakah pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah, satu jaringan dengan bom di Cirebon. Pola yang sama karena pelaku tunggal dan beraksi di tempat ibadah masih perlu didalami.
"Ya sekarang kan banyak yang meniru, dari internet juga bisa dikembangkan oleh mereka masing-masing," kata mantan kapolri itu.
Menurut Sutanto, diperlukan keterlibatan semua komponen masyarakat untuk menanamkan pemahaman ajaran agama yang benar. "Perlu pemahaman ajaran agama yang benar, diberikan pemahaman pada masyarakatnya," tandasnya.
Pasca Bom Bunuh Diri, Ormas Agama Di Solo Siagakan Anggotanya
|
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid mengintruksikan warga GP Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) Ansor se-Solo Raya agar siaga satu dan terlibat aktif menjaga berbagai tempat ibadah di kawasannya. Perintah ini disampaikan pasca bom bunuh diri dilakukan di depan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah.
Nusron yakin kejadian bom tadi pagi merupakan satu rentetan panjang dengan berbagai tindakan radikalisasi yang mengatasnamakan agama. "Pasti ada kaitan satu sama lain, saya tidak yakin kalau berdiri sendiri," ujar dia melalui siaran persnya, Ahad 25 September 2011.
Nusron menyesalkan kejadian bom bunuh diri kembali terjadi di Tanah Air. Bom bunuh diri dinilai sebagai tindakan biadab dan tak bisa ditoleransi. "Tindakan ini secara nyata merusak martabat, integrasi, dan makna kebhinekaan Indonesia," ujarnya.
Karena itu, Nusron menyatakan GP Ansor sejak awal sudah mewanti-wanti agar pemerintah, terutama aparat keamanan, bersikap serius mewaspadai dan menyatakan perang terhadap segala bentuk terorisme.
Ledakan bom terjadi di gereja melukai sedikitnya tujuh jemaat pagi tadi. Para korban terluka akibat ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Jalan Arief Rahman Hakim, Jebres, Surakarta. Bom diledakkan pukul 10.53 WIB oleh seorang pria berusia sekitar 30 tahun, berbaju putih, bercelana panjang warna hitam, dan menggunakan sepatu kets.
Sampai kini belum jelas identitas dan motif pelaku.
Nusron yakin kejadian bom tadi pagi merupakan satu rentetan panjang dengan berbagai tindakan radikalisasi yang mengatasnamakan agama. "Pasti ada kaitan satu sama lain, saya tidak yakin kalau berdiri sendiri," ujar dia melalui siaran persnya, Ahad 25 September 2011.
Nusron menyesalkan kejadian bom bunuh diri kembali terjadi di Tanah Air. Bom bunuh diri dinilai sebagai tindakan biadab dan tak bisa ditoleransi. "Tindakan ini secara nyata merusak martabat, integrasi, dan makna kebhinekaan Indonesia," ujarnya.
Karena itu, Nusron menyatakan GP Ansor sejak awal sudah mewanti-wanti agar pemerintah, terutama aparat keamanan, bersikap serius mewaspadai dan menyatakan perang terhadap segala bentuk terorisme.
Ledakan bom terjadi di gereja melukai sedikitnya tujuh jemaat pagi tadi. Para korban terluka akibat ledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Jalan Arief Rahman Hakim, Jebres, Surakarta. Bom diledakkan pukul 10.53 WIB oleh seorang pria berusia sekitar 30 tahun, berbaju putih, bercelana panjang warna hitam, dan menggunakan sepatu kets.
Sampai kini belum jelas identitas dan motif pelaku.
Bom Bunuh Diri Gegerkan Gereja Solo
|
Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Jalan Arif Rahman Hakim, Solo, Jawa Tengah, menjadi sasaran bom bunuh diri. Ledakan bom terjadi pada Ahad (25/9) sekitar pukul 10.55 WIB seperti diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Jihartono kepada Metro TV, siang ini.
Polisi belum dapat memastikan jumlah korban tewas dan terluka dalam kejadian ini. Yang pasti seorang yang diduga pelaku bom bunuh tewas akibat ledakan ini. "Yang lain masih diidentifikasi," ujarnya.
Saat ini polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim dari Polda Jateng juga telah dikirim ke Solo. Menurut informasi yang diperoleh, bom meledak di Gereja Kepunton usai jemaat keluar gereja.
Polisi belum dapat memastikan jumlah korban tewas dan terluka dalam kejadian ini. Yang pasti seorang yang diduga pelaku bom bunuh tewas akibat ledakan ini. "Yang lain masih diidentifikasi," ujarnya.
Saat ini polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim dari Polda Jateng juga telah dikirim ke Solo. Menurut informasi yang diperoleh, bom meledak di Gereja Kepunton usai jemaat keluar gereja.
Untuk mengetahui lokasi persis ledakan masih perlu identifikasi lebih lanjut. Begitu juga dengan kekuatan ledakan. "Low atau high explosive yang menentukan ahlinya yaitu tim gegana," kata Kombes Jihartono.
Menurut informasi yang diperoleh kontributor Metro TV, bom terdengar dalam radius 500 meter. Ia juga baru tahu bahwa sejauh ini seorang tewas dan beberapa orang terluka akibat kejadian ini.
Wednesday, September 21, 2011
Sutradara Dan Pemeran Video Porno Turen Malang Jadi Buron
|
Jajaran Polres Malang, Jawa Timur, masih memburu sutradara dan pemeran video porno yang melibatkan pelajar SMP-SMK. Hingga Selasa 20 September 2011 keberadaan dua pemeran dan perekam video porno itu belum diketahui.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Hartoyo, Rabu 21 September 2011 mengatakan, Polres Malang sudah menemukan barang bukti video yang diambil melalui ponsel dengan durasi 19 menit 38 detik.
Barang bukti ditemukan pihak kepolisian dari sejumlah warga yang sebelumnya resah dengan beredarnya video itu. "Barang bukti itu berupa video asusila dari warga, dan pelaku masih kami kejar untuk dimintai keterangan mengenai kapan dan di mana adegan itu dilakukan," kata Hartoyo ketika dikonfirmasi melalui ponselnya.
Hartoyo mengatakan, dalam pengejaran pelaku, Polres Malang melibatkan tiga Kepolisian Sektor (Polsek), yakni Polsek Turen, Polsek Bululawang serta Polsek Dampit.
Video porno tersebut diduga melibatkan pemeran perempuan berinisial PL (14), berasal dari Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang yang juga tercatat sebagai siswi SMP Bhakti Turen.
Sedangkan pemeran laki-laki adalah alumni SMK Turen dengan inisial VS (16), warga Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Yang memprihatinkan, adegan mesum dilakukan dengan masih berseragam sekolah di hadapan seorang siswi perempuan berseragam Pramuka yang bertugas mengambil gambar -- sekaligus berperan sebagai sutradara. Perempuan tersebut diduga teman sekolah PL. "Saat ini kami sedang memburu pelaku yang sejak pemberitaan di media, diduga pelaku melarikan diri, dan kita ingin memastikan di mana gambar video itu dibuat," kata Kepala Polisi Sektor Turen, Komisaris Polisi, Agus Suryoso
Selain memburu pelaku, Polres Malang juga berkoordinasi dengan saksi ahli teknologi media untuk mencocokkan gambar pemeran dan juga perekam video tersebut.
Agus mengharapkan, supaya masyarakat tidak menyebarkan video itu. Sebab, Polres tidak hanya mencari para pemeran sekaligus perekam video, namun memburu siapa saya yang menyebarkan awal video tersebut.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Hartoyo, Rabu 21 September 2011 mengatakan, Polres Malang sudah menemukan barang bukti video yang diambil melalui ponsel dengan durasi 19 menit 38 detik.
Barang bukti ditemukan pihak kepolisian dari sejumlah warga yang sebelumnya resah dengan beredarnya video itu. "Barang bukti itu berupa video asusila dari warga, dan pelaku masih kami kejar untuk dimintai keterangan mengenai kapan dan di mana adegan itu dilakukan," kata Hartoyo ketika dikonfirmasi melalui ponselnya.
Hartoyo mengatakan, dalam pengejaran pelaku, Polres Malang melibatkan tiga Kepolisian Sektor (Polsek), yakni Polsek Turen, Polsek Bululawang serta Polsek Dampit.
Video porno tersebut diduga melibatkan pemeran perempuan berinisial PL (14), berasal dari Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang yang juga tercatat sebagai siswi SMP Bhakti Turen.
Sedangkan pemeran laki-laki adalah alumni SMK Turen dengan inisial VS (16), warga Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Yang memprihatinkan, adegan mesum dilakukan dengan masih berseragam sekolah di hadapan seorang siswi perempuan berseragam Pramuka yang bertugas mengambil gambar -- sekaligus berperan sebagai sutradara. Perempuan tersebut diduga teman sekolah PL. "Saat ini kami sedang memburu pelaku yang sejak pemberitaan di media, diduga pelaku melarikan diri, dan kita ingin memastikan di mana gambar video itu dibuat," kata Kepala Polisi Sektor Turen, Komisaris Polisi, Agus Suryoso
Selain memburu pelaku, Polres Malang juga berkoordinasi dengan saksi ahli teknologi media untuk mencocokkan gambar pemeran dan juga perekam video tersebut.
Agus mengharapkan, supaya masyarakat tidak menyebarkan video itu. Sebab, Polres tidak hanya mencari para pemeran sekaligus perekam video, namun memburu siapa saya yang menyebarkan awal video tersebut.
Foto Telanjang Pemain Video Porno Malang
|
Kota Malang kembali dihebohkan dengan ulah seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seorang siswi SMP swasta di Turen Kabupaten Malang mencoba menjadi sutradara sekaligus kameramen video porno dengan pemain sepasang teman sekolahnya.Gosip yang beredar baru-baru ini foto pemeran video porno malang beredar di dunia maya.
Video porno berdurasi 19 menit 38 detik itu menampilkan pemeran pria dan wanita yang tak lain adalah teman sekolahnya, berada dalam sebuah kamar dalam keadaan bugil dan melakukan adegan seks layaknya film-film porno profesional.
Dalam adegan awal, pemeran pria dalam melakukan adegannya masih mengenakan seragam sekolah, sedangkan pasangan perempuannya sudah dalam kondisi setengah telanjang dan hanya mengenakan rok Pramuka.
Belakangan diketahui bahwa pemeran pria dalam adegan itu adalah VB, alumnus SMK Turen yang lulus pada Mei 2011, sedangkan si perempuan adalah PL, siswi SMP Bhakti.
Video yang diberi judul sesuai dengan nama masing-masing pemerannya itu rupanya direkam menggunakan kamera ponsel oleh seorang remaja perempuan yang tampaknya adalah rekan mereka sendiri.
Hal ini bisa dipastikan karena saat merekam adegan, perempuan itu sesekali mengeluarkan instruksi kepada teman wanitanya untuk melakukan ini dan itu. Terkesan, si sutradara tidak sabar dengan adegan yang bertele-tele.
“Cepetan selak onok wong (Cepetan keburu ada orang),” demikian celoteh si sutradara.
Kepastian itu juga muncul pada akhir-akhir video saat perempuan tersebut pada akhirnya merekam wajahnya sendiri dengan kamera yang sama. Dari penampakan itu, diduga kuat gadis berkulit gelap dan berpipi tembem itu teman sekolah si pemeran wanita.
Meski begitu, identitas si perekam belum bisa dipastikan karena belum satu pun, baik siswa maupun guru SMP yang bersangkutan, yang mengonfirmasi identitasnya.
”Dari yang sudah kami cek, bisa kami simpulkan bahwa pemeran pria dalam video porno itu adalah salah seorang alumnus sekolah ini yang lulus pada Mei dari Jurusan Otomotif,” ujar Winarko, Kepala Sekolah SMK Turen, yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/9/2011).
Winarko menambahkan, VB adalah mantan siswanya yang dalam data milik sekolah tercatat sebagai warga Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Sekalipun mengakui bahwa pria berinisial VB itu pernah bersekolah di sana, Winarko mengaku baru mengetahui keberadaan video tersebut pada awal September setelah diberi tahu oleh seorang staf humasnya.
Winarko juga tak tahu pasti kapan video itu dibuat dan tersebar. ”Seragam yang ia pakai itu seragam kebesaran sekolah ini setiap Jumat dan Sabtu, tapi mulai tahun ajaran baru ini sudah kami ganti dengan model seragam lainnya,” katanya.
Video porno berdurasi 19 menit 38 detik itu menampilkan pemeran pria dan wanita yang tak lain adalah teman sekolahnya, berada dalam sebuah kamar dalam keadaan bugil dan melakukan adegan seks layaknya film-film porno profesional.
Dalam adegan awal, pemeran pria dalam melakukan adegannya masih mengenakan seragam sekolah, sedangkan pasangan perempuannya sudah dalam kondisi setengah telanjang dan hanya mengenakan rok Pramuka.
Belakangan diketahui bahwa pemeran pria dalam adegan itu adalah VB, alumnus SMK Turen yang lulus pada Mei 2011, sedangkan si perempuan adalah PL, siswi SMP Bhakti.
Video yang diberi judul sesuai dengan nama masing-masing pemerannya itu rupanya direkam menggunakan kamera ponsel oleh seorang remaja perempuan yang tampaknya adalah rekan mereka sendiri.
Hal ini bisa dipastikan karena saat merekam adegan, perempuan itu sesekali mengeluarkan instruksi kepada teman wanitanya untuk melakukan ini dan itu. Terkesan, si sutradara tidak sabar dengan adegan yang bertele-tele.
“Cepetan selak onok wong (Cepetan keburu ada orang),” demikian celoteh si sutradara.
Kepastian itu juga muncul pada akhir-akhir video saat perempuan tersebut pada akhirnya merekam wajahnya sendiri dengan kamera yang sama. Dari penampakan itu, diduga kuat gadis berkulit gelap dan berpipi tembem itu teman sekolah si pemeran wanita.
Meski begitu, identitas si perekam belum bisa dipastikan karena belum satu pun, baik siswa maupun guru SMP yang bersangkutan, yang mengonfirmasi identitasnya.
”Dari yang sudah kami cek, bisa kami simpulkan bahwa pemeran pria dalam video porno itu adalah salah seorang alumnus sekolah ini yang lulus pada Mei dari Jurusan Otomotif,” ujar Winarko, Kepala Sekolah SMK Turen, yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/9/2011).
Winarko menambahkan, VB adalah mantan siswanya yang dalam data milik sekolah tercatat sebagai warga Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Sekalipun mengakui bahwa pria berinisial VB itu pernah bersekolah di sana, Winarko mengaku baru mengetahui keberadaan video tersebut pada awal September setelah diberi tahu oleh seorang staf humasnya.
Winarko juga tak tahu pasti kapan video itu dibuat dan tersebar. ”Seragam yang ia pakai itu seragam kebesaran sekolah ini setiap Jumat dan Sabtu, tapi mulai tahun ajaran baru ini sudah kami ganti dengan model seragam lainnya,” katanya.
Tuesday, September 20, 2011
Video Porno Pelajar Di Malang
|
VB (alumnus SMK Turen) dan PL (siswi SMP Bhakti), aktor utama video porno yang menggemparkan warga Malang Raya, kabur, Selasa (20/9/2011). Demikian pula siswa yang menjadi sutradara, belum ditemukan.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Hartoyo SIK mengatakan, polisi masih melacak keberadaan tiga pelajar itu. “Sampai sekarang kami belum menemukan mereka,” ujar Hartoyo.
Rumah PL di Dusun Sanggrahan, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Malang, juga terlihat kosong. “Tak ada orang,” ujar Kepala Dusun Sanggrahan Siswadi saat bersama wartawan mengetuk pintu rumah PL.
Aman, paman PL, juga tak tahu keberadaan keponakannya.
Menurut Siswadi, selama ini PL tinggal bersama ayah yang bekerja sebagai tukang krom dan kakeknya yang sakit-sakitan, sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta.
Siswadi mengaku sangat prihatin atas beredarnya video porno ini. ”Tetangga-tetangga sudah tahu kejadian ini. Saya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja, termasuk PL,” ujarnya.
Kepala SMK Turen Winarko pun mengaku tidak mengetahui keberadaan bekas anak didiknya itu. "Namun, berdasarkan informasi, setelah lulus anak itu pernah bekerja di usaha kerajinan sangkar burung,” katanya.
Monday, September 19, 2011
Heboh Kasus Pemerkosaan Di Jakarta, Penjual Alat Kejut Banjir Order
|
Alat kejut listrik yang lebih dikenal dengan sebutan stun gun kini banyak dicari pembeli menyusul maraknya aksi pemerkosaan di Jakarta. Pusat perbelanjaan Harco Glodok merupakan salah satu tempat di Jakarta yang menyediakan alat perlindungan diri tersebut.
Seorang penjual stun gun, Haryo, mengaku penjualan alat perlindungan diri itu semakin meningkat sejak awal bulan September. "Makin banyak yang beli karena kasus pemerkosaan itu. Sehari bisa lepas sepuluh stun gun ke pembeli," kata Haryo, Senin, 19 September 2011.
Selama enam tahun berjualan di Harco Glodok, Haryo menjual dua jenis senjata perlindungan diri, yakni stun gun dan semprotan merica. Namun stun gun-lah yang paling populer di kalangan pembeli. "Lebih banyak yang mencari stun gun dibanding semprotan merica."
Sebelum marak kasus pemerkosaan, Haryo hanya bisa menjual satu hingga dua stun gun. "Sering juga dalam sehari tidak ada yang beli stun gun," ujarnya.
Stun gun terdiri atas beberapa ukuran dan tingkat kekuatan listriknya. Dari bentuk kotak hitam biasa hingga berupa telepon genggam atau tongkat seperti milik satpam. Untuk stun gun berbentuk telepon genggam, kekuatan listriknya sekitar 2.000 volt, stun gun kotak hitam berkekuatan 2.800 volt, dan tongkat stun gun beraliran listrik di atas 2.800 volt. "Efek kejutnya beda-beda tapi semuanya bisa membuat orang yang terkena pingsan," kata Harco.
Stun gun berupa kotak hitam, lanjut dia, ditawarkan dengan harga Rp 150 ribu. Sedangkan stun gun telepon genggam dijual dengan harga pembuka Rp 200 ribu dan Rp 350 ribu untuk stun gun tongkat. "Tapi boleh menawar, Rp 80 ribulah untuk yang warna hitam," ujar dia.
Samidi, penjual senjata pertahanan diri lainnya, menjelaskan bila stun gun berukuran kecil lebih banyak diminati remaja perempuan dan ibu-ibu. Sedangkan untuk ukuran besar lebih banyak dicari kaum laki-laki. "Kemarin ada juga bapak-bapak beli yang ukuran kecil, tapi untuk anak perempuannya," katanya.
Aliran listrik stun gun, lanjut Samidi, didapat dari baterai yang bisa diisi ulang. Hanya dengan mengisi baterai dengan aliran listrik selama dua jam senjata bela diri itu bisa digunakan selama dua bulan.
Seorang pembeli, Nancy Silaen, menceritakan telah membawa stun gun di dalam tasnya selama satu tahun terakhir. Ketika membawa stun gun, Nancy merasa lebih percaya diri saat bepergian. "Sepertinya jadi berani, apa lagi kalau keluar malam," kata Nancy sambil memilih stun gun yang akan dibelinya untuk sang adik.
Meski belum pernah menggunakan stun gun itu dan merasa cukup repot menaruhnya di dalam tas, dia tidak pernah meninggalkannya. "Tetap dibawa karena cukup berpengaruh ke sugesti diri," kata Nancy.
Seorang penjual stun gun, Haryo, mengaku penjualan alat perlindungan diri itu semakin meningkat sejak awal bulan September. "Makin banyak yang beli karena kasus pemerkosaan itu. Sehari bisa lepas sepuluh stun gun ke pembeli," kata Haryo, Senin, 19 September 2011.
Selama enam tahun berjualan di Harco Glodok, Haryo menjual dua jenis senjata perlindungan diri, yakni stun gun dan semprotan merica. Namun stun gun-lah yang paling populer di kalangan pembeli. "Lebih banyak yang mencari stun gun dibanding semprotan merica."
Sebelum marak kasus pemerkosaan, Haryo hanya bisa menjual satu hingga dua stun gun. "Sering juga dalam sehari tidak ada yang beli stun gun," ujarnya.
Stun gun terdiri atas beberapa ukuran dan tingkat kekuatan listriknya. Dari bentuk kotak hitam biasa hingga berupa telepon genggam atau tongkat seperti milik satpam. Untuk stun gun berbentuk telepon genggam, kekuatan listriknya sekitar 2.000 volt, stun gun kotak hitam berkekuatan 2.800 volt, dan tongkat stun gun beraliran listrik di atas 2.800 volt. "Efek kejutnya beda-beda tapi semuanya bisa membuat orang yang terkena pingsan," kata Harco.
Stun gun berupa kotak hitam, lanjut dia, ditawarkan dengan harga Rp 150 ribu. Sedangkan stun gun telepon genggam dijual dengan harga pembuka Rp 200 ribu dan Rp 350 ribu untuk stun gun tongkat. "Tapi boleh menawar, Rp 80 ribulah untuk yang warna hitam," ujar dia.
Samidi, penjual senjata pertahanan diri lainnya, menjelaskan bila stun gun berukuran kecil lebih banyak diminati remaja perempuan dan ibu-ibu. Sedangkan untuk ukuran besar lebih banyak dicari kaum laki-laki. "Kemarin ada juga bapak-bapak beli yang ukuran kecil, tapi untuk anak perempuannya," katanya.
Aliran listrik stun gun, lanjut Samidi, didapat dari baterai yang bisa diisi ulang. Hanya dengan mengisi baterai dengan aliran listrik selama dua jam senjata bela diri itu bisa digunakan selama dua bulan.
Seorang pembeli, Nancy Silaen, menceritakan telah membawa stun gun di dalam tasnya selama satu tahun terakhir. Ketika membawa stun gun, Nancy merasa lebih percaya diri saat bepergian. "Sepertinya jadi berani, apa lagi kalau keluar malam," kata Nancy sambil memilih stun gun yang akan dibelinya untuk sang adik.
Meski belum pernah menggunakan stun gun itu dan merasa cukup repot menaruhnya di dalam tas, dia tidak pernah meninggalkannya. "Tetap dibawa karena cukup berpengaruh ke sugesti diri," kata Nancy.
Friday, September 9, 2011
Ancam Pacar Dengan Video Hubungan Intim
|
Inilah pelajaran bagi anda yang mempunyai anak yang sudah mulai mengenal pacaran, berhati-hatilah dalam mengontrol pergaulan mereka (anak.red), agar jangan sampai kejadian seperti dialami DP siswi kelas I salah satu SMA di Boyolali. Pasalnya nasib gadis ini bakal terancam buram. Gadis 15 tahun itu diduga sudah disetubuhi hingga lima kali oleh Agung. P, 20 warga Desa Banaran, Kecamatan Boyolali Kota. Kejadian tersebut berlangsung sejak Juli hingga Agustus diawali dari proses pacaran mereka.
Lantaran ketagihan berhubungan intim, meski belum terikat tali perkawinan, Agung terus minta DP melayani syahwatnya. Tragisnya lagi, Agung merekam adegan intim mereka dengan fasilitas rekaman video dan foto di telepon selulernya. Video dan foto tersebut dijadikan senjata oleh Agung agar DP tetap mau melayaninya.
Jika DP tidak mau diajak berhubungan intim, Agung mengancam video dan foto tersebut bakal disebarluaskan. Merasa terancam, DP akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Boyolali didampingi keluarga.
”Pelaku (Agung) sudah ditangkap untuk dimintai keterangan,” kata Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Dwi Haryadi didampingi Kasubag Humas AKP Margono saat gelar perkara di mapolres setempat kemarin (8/9).
Kasus tersebut berawal sekitar Juli lalu. Saat itu, Agung dan DP bertemu. Beberapa saat kemudian, keduanya sepakat pacaran. Saat pacaran itu, keduanya sering berkomunikasi dengan mengirim pesan singkat melalui ponsel. Lantaran hubungan sudah dekat, DP bermain ke rumah Agung.
Di rumah tersebut, keduanya akhirnya berhubungan intim. Tak tanggung-tanggung, selama berpacaran sekitar dua bulan, mereka berhubungan intim hingga lima kali. ”Ngakunya sudah lima kali,” imbuh Kasatreskrim.
Seiring berjalannya waktu, hubungan Agung dan DP mulai diwarnai masalah. DP akhirnya minta putus, namun Agung tidak mau. Padahal, orang tua DP pernah meminta langsung kepada Agung agar hubungan mereka diakhiri. Namun Agung berkeras.
Satu saat, Agung –yang pengangguran– mengirim pesan singkat kepada sang pacar. Nada pesan singkat tersebut mengancam jika berani memutus hubungan, maka video mesum antara mereka berdua akan disebarkan.
Bahkan Senin (5/9) lalu Agung sempat memaksa DP untuk datang ke rumahnya. Ajakan tersebut untuk berhubungan intim lagi. Jika menolak, maka Agung akan menyebarluaskan video mereka.
Ancaman tersebut membuat DP tidak berkutik dan terpaksa menuruti kemauan Agung. Pulang dari rumah Agung, DP yang merasa tidak kuat lagi, langsung melaporkan kepada orang tuanya. DP menunjukkan bukti pesan singkat ancaman yang diterimanya dari Agung.
Mengetahui hal itu, orang tua DP tidak terima dan langsung melaporkan peristiwa yang menimpa putrinya itu ke polisi. Usai mendapat laporan dan memeriksa DP, polisi berupaya menangkap Agung. Polisi berhasil menangkap Agung dengan pancingan DP mengajak bertemu di salah satu tempat cucian mobil di Boyolali Kota
Thursday, September 8, 2011
Video Porno Pelajar SMP DI Gunungkidul Menyebar
|
Wajah pendidikan Indonesia kembali tercoreng dengan beredarnya video porno yang diperankan pelajar SMP di Gunungkidul, Yogyakarta.
Dalam rekaman video yang berdurasi lebih dari enam menit tersebut, sepasang remaja digerebek warga saat berhubungan layaknya suami istri di kawasan hutan. Video ini beredar luas melalui ponsel di Kabupaten Gunungkidul.
Pelaku adegan ini digerebek warga yang sekaligus merekam adegan panas tersebut. Beredar kabar adegan ini dilakukan di kawasan hutan di Kecamatan Nglipar, Gunungkidul.
Salah satu pemuda yang sempat menyaksikan video tersebut mengatakan, kedua remaja ini tampak terkejut dan panik saat warga yang sebelumnya sudah mengintai dari jauh langsung mendekat dan menangkap pelaku.
"Sayangnya pemeran laki-laki dalam video tersebut berhasil melarikan diri, sementara pasangannya yang masih menggunakan rok seragam SMP ditinggal begitu saja," kata Gunadi di Wonosari, Kamis (8/9/2011).
Sambil menangis, imbuh Gunadi, berulang kali pemeran wanita dalam adegan tersebut memanggil nama Roni yang diduga nama pasangannya yang meninggalkannya.
Terkait meluasnya peredaran video porno pelajar di Gunungkidul ini, Kepolisian Resor Gunungkidul masih melakukan penyelidikan. "Pastinya akan kami periksa pemeran adegan tersebut, tak terkecuali warga yang melakukan penggerebekan. Identitasnya sudah kami ketahui kok," kata Kapolres Gunungkidul AKBP Asep Nalaludin.
Dalam rekaman video yang berdurasi lebih dari enam menit tersebut, sepasang remaja digerebek warga saat berhubungan layaknya suami istri di kawasan hutan. Video ini beredar luas melalui ponsel di Kabupaten Gunungkidul.
Pelaku adegan ini digerebek warga yang sekaligus merekam adegan panas tersebut. Beredar kabar adegan ini dilakukan di kawasan hutan di Kecamatan Nglipar, Gunungkidul.
Salah satu pemuda yang sempat menyaksikan video tersebut mengatakan, kedua remaja ini tampak terkejut dan panik saat warga yang sebelumnya sudah mengintai dari jauh langsung mendekat dan menangkap pelaku.
"Sayangnya pemeran laki-laki dalam video tersebut berhasil melarikan diri, sementara pasangannya yang masih menggunakan rok seragam SMP ditinggal begitu saja," kata Gunadi di Wonosari, Kamis (8/9/2011).
Sambil menangis, imbuh Gunadi, berulang kali pemeran wanita dalam adegan tersebut memanggil nama Roni yang diduga nama pasangannya yang meninggalkannya.
Terkait meluasnya peredaran video porno pelajar di Gunungkidul ini, Kepolisian Resor Gunungkidul masih melakukan penyelidikan. "Pastinya akan kami periksa pemeran adegan tersebut, tak terkecuali warga yang melakukan penggerebekan. Identitasnya sudah kami ketahui kok," kata Kapolres Gunungkidul AKBP Asep Nalaludin.
Kompas.com
Thursday, August 25, 2011
Pemerintah Tertibkan Pungli Bagi Wisatawan Pantai Selatan
|
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Suryo Aji, yang didampingi Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Bhirowo Adhie, menyusul dugaan korupsi yang sempat ditulis oleh sejumlah media beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan rolling petugas pungut. Namun, kini muncul informasi terjadi pungutan liar terhadap pengunjung di pos retribusi. "Kami mohon agar masyarakat bisa memberikan informasi jika memang terjadi pelanggaran oleh petugas kami. Kami tidak segan memberikan sanksi tegas kepada mereka jika terbukti," ungkapnya.
Mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2003, besarnya pungutan retribusi wisata pantai tiap pengunjung dikenai Rp 4.450 dan untuk pengendara motor dan pembonceng Rp 8.100, ditambah iuran dana PMI Rp 1.000 dan bea parkir Rp 500.
Sementara Heru Susanto (52), salah satu pengunjung Pantai Kukup asal Wonosari, mengatakan, saat ia masuk pos retribusi menggunakan sepeda motor tanpa berboncengan, petugas retribusi langsung meminta membayar Rp. 5.000 tanpa memberikan uang kembalian.
"Bayangkan saja, jika retribusi yang seharusnya hanya Rp 4.550 dan kita membayar Rp 5.000, sedangkan uang kembalinya tidak diberikan dan dikalikan dengan jumlah pengunjung yang jumlahnya ribuan, Anda bisa bayangkan sendiri, Mas," katanya kepada wartawan.
Tuesday, August 9, 2011
Seorang wanita menjadi korban perampasan, HP dan uang tunai lenyap
|
SeminBerantas. Aksi perampasan uang di bulan ramadhan dini hari kemarin (8/8/2011) kejadian ini terjadi di jalan raya Semin-Bendung tepatnya di dekat jembatan yang menghubungkan kedua dusun . Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu buah HP dan uang tunai senilai 250 ribu, total kerugian material yang diderita korban berkisar senilai Rp 600.000
Berdasarkan informasi yang dihimpun Berantas di lapangan, aksi perampasan itu berlangsung dalam tempo kurang dari lima menit. Semula, Sukarti, warga dusun Widoro Lor, kecamatan Semin, yang menjadi korban perampasan bermaksud untuk pergi kulakan barang dagangan ke pasar Semin. Waktu itu, dirinya pergi ke pasar menggunakan sepeda miliknya. Uang dagangan dan handphone korban disimpan di dalam tas.
Di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar jembatan Karangasem, tiba-tiba dirinya disenggol oleh seorang lelaki yang menggunakan sepeda motor tak dikenal. Menurut informasi, saat itu korban langsung terjatuh dari atas sepeda yang ditungganginya.
Setelah itu, pria tak dikenal yang berpakaian serba hitam ini menyambar tas korban yang berisi uang tunai dan HP. Korban pun tidak dapat berbuat apa-apa, hingga akhirnya tas itu berhasil dikuasai pelaku perampasan sebelum akhirnya melarikan diri.
“uang itu ingin saya gunakan untuk kulakan dagangan, saat kejadian, tiba-tiba orang tersebut memepet sepeda saya, hingga saya jatuh dan dia merampas tas itu” kata Sukarti.
Menurutnya, pelaku perampasan berjumlah satu orang mengenakan helm dan jaket warna gelap. Diduga, pelaku tersebut sudah menguntit dirinya dan pada saat kondisi jalan sepi dan gelap pelaku melancarkan aksinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Berantas di lapangan, aksi perampasan itu berlangsung dalam tempo kurang dari lima menit. Semula, Sukarti, warga dusun Widoro Lor, kecamatan Semin, yang menjadi korban perampasan bermaksud untuk pergi kulakan barang dagangan ke pasar Semin. Waktu itu, dirinya pergi ke pasar menggunakan sepeda miliknya. Uang dagangan dan handphone korban disimpan di dalam tas.
Di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar jembatan Karangasem, tiba-tiba dirinya disenggol oleh seorang lelaki yang menggunakan sepeda motor tak dikenal. Menurut informasi, saat itu korban langsung terjatuh dari atas sepeda yang ditungganginya.
Setelah itu, pria tak dikenal yang berpakaian serba hitam ini menyambar tas korban yang berisi uang tunai dan HP. Korban pun tidak dapat berbuat apa-apa, hingga akhirnya tas itu berhasil dikuasai pelaku perampasan sebelum akhirnya melarikan diri.
“uang itu ingin saya gunakan untuk kulakan dagangan, saat kejadian, tiba-tiba orang tersebut memepet sepeda saya, hingga saya jatuh dan dia merampas tas itu” kata Sukarti.
Menurutnya, pelaku perampasan berjumlah satu orang mengenakan helm dan jaket warna gelap. Diduga, pelaku tersebut sudah menguntit dirinya dan pada saat kondisi jalan sepi dan gelap pelaku melancarkan aksinya.
Wednesday, July 27, 2011
Razia miras menjelang bulan puasa
Seorang pedagang ciu digulung aparat
|
SeminBerantas. Menjelang Bulan Ramadhan, Satuan kepolisian resort Gunungkidul merazia minuman keras (miras) serentak di tiga kecamatan yaitu Semanu, Ponjong dan Semin. Di kecamatan Semin, Razia digelar Rabu (27/7) pukul 14.00 WIB, setidaknya dalam operasi tersebut polisi berhasil menyita ribuan botol miras. Miras yang disita terdiri dari minuman oplosan maupun murni. Seluruhnya merupakan miras ilegal tanpa ijin.
Kasat Narkoba dan Narkotika Gunungkidul, AKP R Harsono mengatakan, ribuan botol miras itu diantaranya bermerek Vodka, Mansion, Anggur Cap Orang Tua, Anggur Merah, Anggur Putih, miras oplosan merk Ciu, dan miras oplosan lain.
Menurut Harsono, razia di kecamatan Semin itu dilakukan di sejumlah warung di kawasan kota Semin" Untuk miras merek vodka dan anggur, memang sudah jarang kami temukan, tetapi minuman oplosan jenis ciu kami temukan dengan jumlah yang banyak" kata Harsono.
Ia menambahkan, miras oplosan diperoleh para pedagang langsung dari pembuatnya. "Mereka sih mengakunya oplosan itu dikirim, jadi bukan buat sendiri," ujarnya.
L (37) seorang pedagang ciu di kecamatan Semin yang rumahnya di Razia polisi mengaku mendapatkan pasokan ciu dari bekonang. "biasanya saya kulakan dalam jumlah besar, karena memang di Semin minuman jenis ini banyak diminati" kata pria bertato ini. dirinya juga mengatakan dalam sehari omset rata-rata penjualan ciu ini mencapai 300-500 ribu rupiah.
Razia minuman keras akan dilanjutkan ke tiga kecamatan lain, yaitu Ponjong, Semanu dan Wonosari. Razia ini kemungkinan juga merupakan buntut dari kasus kematian seorang anggota polisi lusa lalu yang menurut kabar yang beredar polisi tersebut meninggal karena overdosis.
Read more...
Kasat Narkoba dan Narkotika Gunungkidul, AKP R Harsono mengatakan, ribuan botol miras itu diantaranya bermerek Vodka, Mansion, Anggur Cap Orang Tua, Anggur Merah, Anggur Putih, miras oplosan merk Ciu, dan miras oplosan lain.
Menurut Harsono, razia di kecamatan Semin itu dilakukan di sejumlah warung di kawasan kota Semin" Untuk miras merek vodka dan anggur, memang sudah jarang kami temukan, tetapi minuman oplosan jenis ciu kami temukan dengan jumlah yang banyak" kata Harsono.
Ia menambahkan, miras oplosan diperoleh para pedagang langsung dari pembuatnya. "Mereka sih mengakunya oplosan itu dikirim, jadi bukan buat sendiri," ujarnya.
L (37) seorang pedagang ciu di kecamatan Semin yang rumahnya di Razia polisi mengaku mendapatkan pasokan ciu dari bekonang. "biasanya saya kulakan dalam jumlah besar, karena memang di Semin minuman jenis ini banyak diminati" kata pria bertato ini. dirinya juga mengatakan dalam sehari omset rata-rata penjualan ciu ini mencapai 300-500 ribu rupiah.
Razia minuman keras akan dilanjutkan ke tiga kecamatan lain, yaitu Ponjong, Semanu dan Wonosari. Razia ini kemungkinan juga merupakan buntut dari kasus kematian seorang anggota polisi lusa lalu yang menurut kabar yang beredar polisi tersebut meninggal karena overdosis.
Sunday, July 24, 2011
Tak Mampu Membeli Rokok
Seorang pelajar SMK mengutil
|
SeminBerantas. Seorang pelajar sebuah SMK Swasta di kecamatan Semin diduga melakukan tindak pidana pencurian. siswa berinisial H 16, terpaksa harus menanggung malu karena kedapatan mengutil di sebuah swalayan di Semin.
Dari tangan pelajar SMK ini petugas keamanan toko mengamankan barang bukti yakni beberapa bungkus rokok berbagai merek. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku kini harus berurusan dengan pihak yang berwajib dan terancam dikeluarkan dari sekolah.
Diperoleh keterangan, peristiwa ini bermula ketika petugas keamanan toko mempergoki seorang pemuda yang gerak-geriknya mencurigakan, siswa yang menimba ilmu di sebuah SMK swasta di Ngawen ini, mencoba mengelabuhi petugas dengan berpura-pura memilih barang belanja.
merasa situasi aman si tangan panjang ini kemudian mengutil beberapa rokok yang kemudian dimasukkan kedalam tas dan saku celananya. pelaku tidak sadar bahwa gerak-geriknya telah di amati lewat kamera CCTV, dan dengan santainya pergi meninggalkan area swalayan. ketika hendak pergi dari area swalayan para petugas keamanan swalayan dengan cekatan segera mengamankan pelaku.
dari tangan korban setidaknya petugas berhasil menemukan barang bukti kejahatan berupa beberapa slop rokok merek malrboro, dan beberapa merek lainnya. Polisi langsung mendatangi TKP, selanjutnya menggelandang tersangka berikut barang bukti ke markas kepolisian polsek Semin untuk di interogasi. kepada polisi H mengaku mencuri karena tidak mempunyai uang untuk membeli rokok.
“Kami prihatin anak sekolah sudah berani mencuri. Kami masih kembangkan kasus ini. Tetapi untuk sementara tersangka masih tunggal,” ucap Kapolsek Semin.
Tersangka H menuturkan, dirinya memang sendiri dalam melakukan aksi ini. namun tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain yang terlibat.
Dari tangan pelajar SMK ini petugas keamanan toko mengamankan barang bukti yakni beberapa bungkus rokok berbagai merek. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku kini harus berurusan dengan pihak yang berwajib dan terancam dikeluarkan dari sekolah.
Diperoleh keterangan, peristiwa ini bermula ketika petugas keamanan toko mempergoki seorang pemuda yang gerak-geriknya mencurigakan, siswa yang menimba ilmu di sebuah SMK swasta di Ngawen ini, mencoba mengelabuhi petugas dengan berpura-pura memilih barang belanja.
merasa situasi aman si tangan panjang ini kemudian mengutil beberapa rokok yang kemudian dimasukkan kedalam tas dan saku celananya. pelaku tidak sadar bahwa gerak-geriknya telah di amati lewat kamera CCTV, dan dengan santainya pergi meninggalkan area swalayan. ketika hendak pergi dari area swalayan para petugas keamanan swalayan dengan cekatan segera mengamankan pelaku.
dari tangan korban setidaknya petugas berhasil menemukan barang bukti kejahatan berupa beberapa slop rokok merek malrboro, dan beberapa merek lainnya. Polisi langsung mendatangi TKP, selanjutnya menggelandang tersangka berikut barang bukti ke markas kepolisian polsek Semin untuk di interogasi. kepada polisi H mengaku mencuri karena tidak mempunyai uang untuk membeli rokok.
“Kami prihatin anak sekolah sudah berani mencuri. Kami masih kembangkan kasus ini. Tetapi untuk sementara tersangka masih tunggal,” ucap Kapolsek Semin.
Tersangka H menuturkan, dirinya memang sendiri dalam melakukan aksi ini. namun tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain yang terlibat.
Seorang Pelajar Tewas Tenggelam di Kali Oya
|
SeminBerantas. Nasib nahas menimpa pelajar SMP di Desa Karangpoh Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul, Agus Triatmojo (14) ditemukan tewas tenggelam di sungai Oya, tepatnya di dusun Ngijo kecamatan Semin.
menurut saksi yang juga rekan bermain korban, Minggu (24/7), kedua sahabat ini berniat akan mandi di periaran kali Oya. Kegiatan itu dilakukan minggu pagi. sesampainya di lokasi korban dan saksi langsung mandi di perairan yang memang cukup dalam. "agus sudah bisa berenang sebelumnya, dan ini bukan yang pertama kali kami mandi di sungai ini" tukas sahabat korban ini.
Ketika kejadian berlangsung, saksi tidak dapat berbuat apa-apa, kondisi yang sepi menyulitkannya untuk meminta pertolongan pada warga, saksi yang bermaksud menolong korban tidak dapat berbuat banyak.
Saat itu juga akhirnya saksi berteriak minta tolong, dan untungnya teriakan saksi di dengar oleh salah satu warga yang kebetulan sedang merumput di area tersebut. usaha pertolongan tersebut berhasil selanjutnya korban di bawa ke RS PKU Semin, Namun naas nyawa korban sudah tidak dapat tertolong. Kasus ini segera dilaporkan ke pamong desa setempat serta diteruskan ke Polsek Semin.
Hasil pemeriksaan petugas kepolisian bersama dokter RS PKU Muhammadiyah Semin, tidak menemukan adanya tanda-tanda mencurigakan pada tubuh korban.
Disimpulkan, korban tewas karena tenggelam. selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di desa setempat.
menurut saksi yang juga rekan bermain korban, Minggu (24/7), kedua sahabat ini berniat akan mandi di periaran kali Oya. Kegiatan itu dilakukan minggu pagi. sesampainya di lokasi korban dan saksi langsung mandi di perairan yang memang cukup dalam. "agus sudah bisa berenang sebelumnya, dan ini bukan yang pertama kali kami mandi di sungai ini" tukas sahabat korban ini.
Ketika kejadian berlangsung, saksi tidak dapat berbuat apa-apa, kondisi yang sepi menyulitkannya untuk meminta pertolongan pada warga, saksi yang bermaksud menolong korban tidak dapat berbuat banyak.
Saat itu juga akhirnya saksi berteriak minta tolong, dan untungnya teriakan saksi di dengar oleh salah satu warga yang kebetulan sedang merumput di area tersebut. usaha pertolongan tersebut berhasil selanjutnya korban di bawa ke RS PKU Semin, Namun naas nyawa korban sudah tidak dapat tertolong. Kasus ini segera dilaporkan ke pamong desa setempat serta diteruskan ke Polsek Semin.
Hasil pemeriksaan petugas kepolisian bersama dokter RS PKU Muhammadiyah Semin, tidak menemukan adanya tanda-tanda mencurigakan pada tubuh korban.
Disimpulkan, korban tewas karena tenggelam. selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di desa setempat.
Friday, July 22, 2011
Pencuri berkedok sales kembang api kelabuhi korbannya
satu handphone berhasil di gondol
|
SeminBerantas. Kasus pencurian menjelang bulan puasa terjadi di wilayah hukum kecamatan Semin. kali ini korbannya adalah seorang pedagang kelontong di kecamatan Semin bernama Dwi (47). Dikisahkan Dwi kepada wartawan berantas pada Jumat (22/07) siang kiosnya kedatangan seorang sales yang menawarkan produk kembang api. "saya sama sekali tidak menyangka bahwa sales itu mengelabuhi saya, tidak ada kecurigaan di pikiran saya waktu itu" ungkap Dwi.
Siang itu korban dan pemuda sales kembang api yang tidak di ketahui namanya tersebut sedang terlibat pembicaraan tentang penawaran produk kembang api. Diperkirakan pelaku mengambil ponsel milik korban ketika korban sedang pergi kebelakang. korban baru menyadari bahwa dirinya kehilangan ponsel setelah korban membuka etalase rokok tempat korban menyimpan ponselnya, namun sayangnya ketika korban sadar bahwa dirinya dikelabuhi, si tersangka sudah tidak ada di kiosnya lagi.
Korban berusaha melacak dengan menghubungi nomor ponselnya, namun nomor tersebut sudah tidak aktif. Akibat kejadian itu korban menderita kerugian berkisar 1 juta rupiah. "ketika saya membuka etalase tempat saya menaruh ponsel saya, kondisinya sudah tidak terkunci dan beberapa barang dagangan juga berantakan, untungnya barang dagangan saya tidak ikut dicuri" tandas Dwi.
Kasus ini belum dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Korban berusaha melacak dengan menghubungi nomor ponselnya, namun nomor tersebut sudah tidak aktif. Akibat kejadian itu korban menderita kerugian berkisar 1 juta rupiah. "ketika saya membuka etalase tempat saya menaruh ponsel saya, kondisinya sudah tidak terkunci dan beberapa barang dagangan juga berantakan, untungnya barang dagangan saya tidak ikut dicuri" tandas Dwi.
Kasus ini belum dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Monday, July 18, 2011
PS. Satria Muda Sumberejo masuk Final
kerusuhan suporter kembali terjadi
|
SeminBerantas. Pekan semifinal pagelaran turnamen sepakbola antar kelurahan se-kecamatan Semin masih berlanjut. Tim-tim peserta turnamen sepakbola masing-masing saling memperagakan permainan yang semakin atraktif. Kesebelasan Sumberejo yang berhasil masuk di jajaran semifinalis setelah pekan lalu berhasil menundukkan lawan tangguhnya yakni PS.Bendung dipastikan melenggang ke babak final, setelah senin sore (18/7) berhasil menghajar rivalnya yakni PS. Karangsari dengan skor telak 4-1.
Gol-gol cantik berhasil di ciptakan lewat kerjasama yang sangat kompak dari kesebelasan Sumberejo. pada menit-menit awal pertandingan terlihat persaingan antar kedua kesebelasan sangat sengit. "kedua tim memiliki kekuatan yang sama, saya pikir pertandingan tadi cukup imbang dengan prosentase ball position 50:50" ujar salah seorang penonton yang menyaksikan pertandingan kepada wartawan berantas.
Gol pertama terjadi pada menit ke 15 babak pertama setelah Yono, pemain kesebelasan Sumberejo berhasil memanfaatkan kesalahan kiper PS. Karangsari yang tidak sempurna menangkap bola. permainan semakin panas ketika PS. Sumberejo berhasil manambah satu gol lewat kaki Triawan di menit-menit akhir babak pertama.
Memasuki kick off babak kedua, PS. Karangsari berusaha menyerang dengan duet bomber Bayu dan Catur Gunawan, namun usaha tersebut belum dapat membuahkan hasil, bahkan PS. Sumberejo berhasil memanfaatkan kelalaian lini pertahanan PS. Karangsari melalui gol Waluyo. Selang beberapa menit kemudian kesebelasan PS. Karangsari berhasil memperkecil selisih gol lewat aksi individu yang sangat menarik dari pemain bernomor punggung 11 yakni Susilo pada menit ke 80 babak kedua.
Di menit-menit akhir menjelang babak kedua selesai, Erma pemain dari kesebelasan PS. Sumberejo berhasil menyelesaikan umpan matang dari Anom yang akhirnya membuahkan sebuah gol pamungkas bagi kemenangan tim Satria Muda Sumberejo (SMS).
Sementara itu, diluar lapangan sempat terjadi insiden perselisihan antar kedua suporter kesebelasan, hal ini di picu oleh ulah suporter yang tidak baik, sehingga memancing keributan penonton. tidak ada korban luka pada kejadian ini, hanya saja polisi terpaksa menembakkan tembakan peringatan untuk membubarkan aksi massa. Kejadian ini adalah yang kedua setelah keributan antar suporter dan pemain PS. Semin melawan PS. Candirejo minggu lalu.
Friday, July 15, 2011
Putaran Semifinal Turnamen Sepakbola HUT RI ke-66 kecamatan Semin
Diwarnai gosip praktek perdukunan
|
Seminberantas. Putaran babak penyisihan dalam turnamen sepakbola antar kelurahan se-kecamatan Semin dalam rangka HUT RI ke-66 di desa Pundungsari telah berlalu dan menyisakan tim-tim kuat yang akan berlaga di putaran semifinal yaitu diantaranya kesebelasan Karangsari, yang berhasil menundukan tim Bulurejo, kesebelasan Sumberejo yang menang melawan kesebelasan Bendung dengan adu penalti, dan kesebelasan Candirejo yang berhasil mengungguli kesebelasan Semin, di tambah dua tim yang mendapat bay yakni kesebelasan Kemejing dan kesebelasan Kalitekuk.
Beberapa kalangan pengamat sepakbola Semin menilai, banyak tim yang kuat yang seharusnya lolos ke babak semifinal tetapi kenyataanya mereka justru harus tersisih di babak penyisihan, hal ini memunculkan isu-isu negatif seperti adanya sinyalemen penggunaan sarana-sarana gaib yang menjadi faktor kekalahan sebuah tim, "namun kiranya sebagai makhluk yang beragama kita hendaknya menyikapi kekalahan dengan positif", ujar Harry (23) salah seorang pemain dari tim Semin, yang timnya gugur saat menjamu tim Candirejo ini.
Babak semifinal akan dimulai dengan laga perdana kesebelasan Kemejing yang akan menjamu tim kuat Karangsari pada hari Sabtu (16/7) sore nanti. ajang laga sepakbola bergengsi ini adalah event tahunan yang beberapa tahun yang lalu telah terselenggara secara rutin, panitia penyelenggara mengatakan ajang ini bukan hanya sekedar hiburan bagi masyarakat semin, namun pastinya merupakan monitoring dan penyeleksian bibit-bibit berpotensi dalam hal olahraga khususnya sepakbola.
![]() |
| hasil sementara turnamen sepakbola kec. Semin |
Wednesday, July 13, 2011
Tournamen Sepakbola HUT RI ke-66 di Semin Rusuh
seorang pemain luka parah
|
Seminberantas. Putaran babak penyisihan tournamen sepakbola HUT Kemerdekaan RI ke-66 antar pedukuhan di kecamatan Semin yang memperebutkan trophi piala camat semin antara kesebelasan PERSEDES Semin melawan Kesebelasan PS Candirejo, Rabu sore (13/07) berlangsung seru. pertarungan yang berlangsung di lapangan Pundungsari antar kedua tim berlangsung sangat ketat.Pada menit awal babak pertama kesebelasan Semin berhasil mengungguli kesebelasan Candirejo lewat gol cantik Susilo pada menit ke-25 babak pertama. skor 1-1 bertahan hingga akhir babak pertama.
memasuki babak kedua, kedua squad yang masing-masing memiliki pemain-pemain yang sama kuat ini tampak menampilkan permainan yang cukup menarik, namun pada pertengahan babak kedua sempat terjadi insiden yang mengakibatkan seorang pemain PERSEDES cedera cukup parah.
memasuki babak kedua, kedua squad yang masing-masing memiliki pemain-pemain yang sama kuat ini tampak menampilkan permainan yang cukup menarik, namun pada pertengahan babak kedua sempat terjadi insiden yang mengakibatkan seorang pemain PERSEDES cedera cukup parah.
Insiden dipicu oleh perebutan bola oleh dua orang pemain PERSEDES dan Candirejo.
Dalam insiden ini kedua tim saling beradu hantam, hingga mengakibatkan salah satu pemain PERSEDES bernama Atut (20) mengalami retak tulang rahang dan gagar otak ringan, kepolisian sektor Semin selaku panitia keamanan turnamen terpaksa melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan massa, setidaknya dalam insiden ini tercatat satu orang terluka parah dan beberapa suporter terluka ringan.
Kejadian ini mengakibatkan pertandingan terhenti untuk sementara waktu. Kapolsek semin AKP. Sunarto SH membenarkan kejadian tersebut dan berjanji akan menindak pelaku penganiayaan.
pertandingan berakhir dengan kemenangan tim PS Candirejo dengan adu penalti setelah pada menit-menit akhir kesebelasan PS Candirejo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 sama. Skor akhir untuk pertandingan Semin melawan Candirejo berakhir dengan kedudukan 5-6.
pertandingan berakhir dengan kemenangan tim PS Candirejo dengan adu penalti setelah pada menit-menit akhir kesebelasan PS Candirejo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 sama. Skor akhir untuk pertandingan Semin melawan Candirejo berakhir dengan kedudukan 5-6.
Saturday, July 2, 2011
jalur bundelan memakan korban
|
SEMINberantas. Kecelakaan tunggal terjadi di wilayah Ngawen Kabupaten Gunungkidul. Sebuah minibus nopol AB 7043 CD yang mengangkut rombongan anak-anak peserta sunatan massal beserta orangtuanya yang hendak menuju ke lokasi sunatan massal di kecamatan Karangmojo masuk jurang sedalam 30 meter ditanjakan tancep.
Bus tersebut sebelumnya melaju dari arah Ngerangan, setelah sampai di tanjakan tancep diperkirakan bus tidak kuat melalui tanjakan tersebut sehingga bus berjalan mundur dan akhirnya terperosok kedalam jurang sedalam 30 meter. dalam peristiwa ini dilaporkan 7 orang meninggal dan belasan orang menderita luka berat dan ringan, 2 diantaranya meninggal seketika di TKP. korban tewas diketahui bernama Sugeng (55) warga desa Tegalrejo, Gedangsari dan Satimin warga Trembono, sementara itu korban lain dilarikan ke rumah sakit Cawas dan puskesmas Tancep.
Read more...
Bus tersebut sebelumnya melaju dari arah Ngerangan, setelah sampai di tanjakan tancep diperkirakan bus tidak kuat melalui tanjakan tersebut sehingga bus berjalan mundur dan akhirnya terperosok kedalam jurang sedalam 30 meter. dalam peristiwa ini dilaporkan 7 orang meninggal dan belasan orang menderita luka berat dan ringan, 2 diantaranya meninggal seketika di TKP. korban tewas diketahui bernama Sugeng (55) warga desa Tegalrejo, Gedangsari dan Satimin warga Trembono, sementara itu korban lain dilarikan ke rumah sakit Cawas dan puskesmas Tancep.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul, AKP Suryo Hutomo mengatakan, selama ini jalur tanjakan Tancep tidak boleh dilalui kendaraan umum, mengingat terjalnya tanjakan. "Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap sopir minibus yang setelah kecelakaan malah melarikan diri," kata Suryo.
Subscribe to:
Posts (Atom)



